Lundbergbeier02's website

Our website

26
Ma
Macam Pendekatan Geografi Keruangan
26.03.2017 00:48

Sejajar unik disiplin ilmu, geografi mempelajari suatu komposisi alam yang terdiri untuk bagian-bagian yang saling terkait. Aliran energi dalam unik sistem merupakan perubahan. Regenerasi yang berkesinambungan akan menghasilkan suatu susunan keseimbangan koordinasi.

Suatu bentuk terdiri atas tiga potongan berbeda, input, output & komponen. Kalian ambil sekadar Tv misalnya. Kita sanggup menonton tv tidak tersungkap dari bentuk yang bertindak didalam tv tersebut. Berjalannya sistem ini karena ke-3 bagian di sistem tersambung bersama; bagian input yang merupakan listrik, bagian output yang bercorak gambar serta suara, serta bagian bagian seperti tembok, speaker, remote, dan antena. Tanpa ketiga bagian mulai sistem ini tersambung, kalian tidak sanggup menonton tv.

Pada komposisi yang beroperasi baik, seluruh komponen kudu tersambung molek. Planet Globe yang mempunyai banyak unsur dapat dilihat sebagai koordinasi yang tinggi dan luar biasa besar. Dalam sistem Bumi, input merupakan energi yang datang mulai Matahari dan juga dorongan yang bersumber dari di Bumi, menyerupai tenaga tektonik. Output merupakan perubahan konstan yang siap dilihat di sekitar kalian dalam komunitas fisik dan manusia, menyerupai panas bersama hujan.

Bentuk Bumi benar-benar suatu bentuk yang renyah, sehingga jalan terbaik untuk mempelajarinya dengan memahami di setiap komponen komponennya dengan berbagai pendekatan pada geografi. Ini lah geografi atas sudut perbincangan sistem. Pendekatan ini langsung mengalami kemajuan hingga sekiranya geografi modern. Dalam geografi modern yang dikenal dengan geografi teratur (Integrated Geography) digunakan tiga pendekatan ataupun hampiran. Ke-3 pendekatan itu, yaitu analisis keruangan, kelingkungan atau kosmos, dan renyah wilayah.

1. Pendekatan Lokasi
Dari namanya dapat ditangkap bahwa perbincangan ini dengan menekankan pada keruangan. Permufakatan ini mendasarkan pada perselisihan lokasi mulai sifat-sifat pentingnya seperti perbedaan struktur, arketipe, dan reaksi. Struktur keruangan terkait dengan elemen pengarah ruang yang berupa kenampakan titik, garit, dan daerah. Sedangkan figur keruangan berurusan dengan lokasi distribusi ketiga elemen ini. Distribusi ataupun agihan segi geografi berikut akan mengacu pola menyerupai memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri mengenai dengan reparasi elemen pembentuk ruang. Pandai geografi bertenggang mencari faktor-faktor yang mengukuhkanmenjadikan pola persebaran serta jalan mengubah arketipe sehingga dicapai penyebaran yang lebih indah, efisien, & wajar. Ulasan suatu sengketa menggunakan perembukan ini mampu dilakukan secara pertanyaan 5W 1H laksana berikut ini.
Perbincangan What (apa), untuk mengerti jenis kenyataan alam yang terjadi.
Teka-teki When (kapan), untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena dunia.
Pertanyaan Where (di mana), untuk mengerti tempat kenyataan alam berjalan.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui sumber terjadinya pokok alam.
Teka-teki Who (siapa), untuk mengetahui subjek / pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena tempat.
informasi selanjutnya Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui prosedur terjadinya fenomena alam.

2. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Persidangan ini bukan hanya mengacukan pada kontak organisme secara lingkungan, tapi juga dikaitkan dengan realitas yang terselip dan juga perilaku oknum. Karena pada dasarnya lingkungan geografi mempunyai 2 sisi, adalah perilaku serta fenomena mayapada. Sisi sikap mencakup dua aspek, yakni pengembangan pandangan hidup dan pikiran lingkungan. Rangkaian keduanya ini lah yang menjadi ciri khas persidangan ini. Mempergunakan keenam teka-teki geografi, pengurangan dengan pendekatan ini tetap bisa dikerjakan. Nah, lihat contoh interpretasi mengenai terjadinya banjir dalam Sinjai berikut dan kau akan menemukan perbedaannya beserta pendekatan keruangan. Untuk menelaah banjir beserta pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan kelakuan sebagai berikut.
Identifikasi ihwal fisik yang mendorong terjadinya bencana tersebut, seperti spesies tanah, topografi, dan vegetasi di teritori itu.
Pengertian sikap serta perilaku suku dalam menuntun alam dalam lokasi itu.
Identifikasi eksploitasi yang terselip kaitannya beserta alih kegunaan lahan.
Menganalisis hubungan sempang budi daya & dampak yang ditimbulkannya lalu menyebabkan banjir.
Menggunakan hasil analisis itu mencoba mewujudkan alternatif pemecahan masalah ini.

3. Bertautan Wilayah

Pengurangan ini menyandarkan pada larutan antara analisis keruangan dan analisis kosmos. Analisis berikut menekankan takrif ”areal differentiation” yaitu memilikinya perbedaan puaka tiap-tiap area. Perbedaan ini mendorong suatu wilayah bisa berinteraksi beserta wilayah unik. Perkembangan daerah yang sama-sama berinteraksi tercipta karena ada permintaan dan penawaran.

Tiruan analisis renyah wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan koloni. Langkah dahulu, dilakukan persepsi wilayah terpendam di luar Jawa yang memenuhi wasiat minimum, sebagaimana kesuburan tanah dan level kemiringan lereng. Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. Mulai hasil identifikasi ini dirumuskan rancangan untuk jangka panjang dan poin pendek untuk pengembangan korong tersebut.

Comments


Create your free website at Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!